Home » All posts
Wednesday, January 4, 2012
Perawatan dan setelan Branjangan Mabung
Kicau Nusantara Perawatan dan Setelan branjangan mabungMasa mabung (moulting) merupakan masa yang sangat menuntut perhatian penghobi burung. Bulu yang hilang dan digantikan selama masa mabung atau meranggas ini menyerap 25% dari total protein yang ada di dalam tubuh burung. Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein sebesar seperempat total protein dalam tubuh burung.
Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein, khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu berbeda dengan protein pada tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein). Burung harus mengonsumsi makanan dengan kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung dan tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara sempurna.
Ketika burung mabung, mereka juga memerlukan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Keperluan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein, menyebabkan burung harus mengonsumsi lebih banyak makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru. Untuk diketahui saja, energi yang diperlukan burung selama masa mabung sebesar dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur (lihat misalnya penjelasan pada “Moulting in Bird” di situs vetafarm.com yang menjadi referensi utama untuk tulisan mengenai masalah mabung ini).
Faktor-faktor yang berpengaruh pada masa mabung tidak bisa sepenuhnya dipahami, karena sangat kompleks. Umur burung, musim saat mabung, cuaca harian, kadar hormon dan siklus perkembangbiakan, semua menjadi faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung.
Hal yang paling utama untuk diingat adalah bahwa pada saat burung mabung, Anda harus memberikan suplai pakan yang cukup sehingga mereka bisa mengembangkan bulu-bulu sesempurna mungkin.
Untuk menyediakan protein yang diperlukan untuk peningkatan produksi bulu, Anda harus meningkatkan asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin. Protein seperti itu bisa ditemukan di dalam daging hewan. Daging dapat diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang mabung dalam jumlah kecil plus pemberian suplemen makanan yang baik. Suplemen multivitamin dan multimineral yang baik seharusnya mengandung berbagai vitamin dan mineral serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.
Meskipun pada umumnya mabung berjalan normal, ada beberapa hal yang sering mengganggu masa mabung burung, khususnya tumbuhnya bulu yang tidak merata atau bahkan ada bulu yang tidak rontok (sekadar nyulam).
Penggangu tersebut antara lain:
- Penyakit - Penyakit yang disebabkan virus circovirus (Beak and Feather Disease) dan virus polyoma adalah penyakit paling umum yang menyebabkan burung kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis, gangguan parasit dan infeksi bakteri pada usus dapat pula menyebabkan bulu burung sulit tumbuh.
- Gizi buruk – Sebagaimana digambarkan di atas, persyaratan untuk berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat banyak, dan karenanya makanan yang kurang gizi bisa menyebabkan tumbuhnya bulu yang tidak berkualitas (mudah patah, mudah kusam, melintir/ keriting dan sebagainya).
- Kimiawi – penggunaan bahan kimiawi sering menyebabkan bulu tumbuh tidak sempurna atau bahkan merusak bulu. Salah satu contohnya adalah zat pembasmi cacing pada merpati yang dikenal sebagai Mebendazole. Bahan kimia ini akan menyebabkan bulu burung melintir jika diberikan semasa burung mabung.
- Stres – Hal ini terjadi terutama untuk burung yang disuapi/loloh dengan tangan manusia. Tangan manusia menyebabkan bulu baru tidak bisa berkembang sempurna dan sebagainya.
Apa yang perlu Anda lakukan agar burung dapat memiliki bulu baru sebaik mungkin?
Pertama-tama menyingkirkan segala cacing, kutu, mikroba pengganggu dan parasit lainnya.
Kedua, pastikan tidak satu pun dari burung Anda menjadi pembawa virus bibit penyakit, misalnya Polyoma.
Ketiga, berikan gizi yang cukup selama burung meranggas/mabung dengan pakan yang bagus. Hanya saja perlu diingat bahwa pakan yang bagus bukan berarti pakan yang banyak, sebab terlalu banyak pakan yang hanya mengandung karbohidrat misalnya, hanya akan membuat burung kekurangan gizi meski secara fisik terlihat gemuk.
Jika Anda telah melakukan semua hal di atas dan masih mengalami masalah dengan kualitas bulu Anda perlu berbicara dengan dokter hewan khusus burung.
Cara Smart menggunakan BirdVit
Dalam kaitan dengan persoalan mabung inilah disarankan kepada penghobi burung untuk memberikan burung asupan tambahan, misalnya BirdMolting atau juga BirdVit untuk burung yang sedang mabung. Cara ini lebih smart” sebab BirdVit adalah multivitamin dan multimineral yang sangat diperlukan burung selama masa mabung.
BirdVit mengandung hampir semua vitamin dan mineral yang diperlukan burung, seperti:
Vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3.
Zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate.
Mineral utama seperti potasium chlorida, sodium chlorida, magnesium sulfate, mangan sulfate, iron sulfate, zinc sulfate, copper sulfate dan cobalt sulfate.
Dengan demikian, selama kita menggunakan BirdVit untuk menangani burung mabung, maka kita cukup memberikan porsi pakan seperti sediakala tanpa khawatir burung kekurangan “energi masa mabung”. Sebab, memang benar energi yang diperlukan burung ketika mabung bukanlah energi yang hanya akan mengumpul menjadi lemak tetapi energi untuk pertumbuhan bulu seperti asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin.
Branjangan bermasalahUntuk burung-burung yang sangat bermasalah misalnya bulu mudah patah atau burung sakit-sakitan seusai masa mabung, biasanya dikarenakan asupan mineralnya yang kurang. Selain digunakan BirdVit, Anda bisa menyertakan pula BirdMineral.
Apa beda BirdMineral dan BirdVit?
Untuk diketahui, ada mineral dan vitamin tertentu yang tidak efektif jika digunakan bersamaan. Akan saling melemahkan. Karena keduanya sama-sama dibutuhkan burung dalam jumlah yang proporsional, maka mineral dan vitamin tertentu hanya bisa dicampur dengan komposisi dan volume tertentu.
Seperti diketahui di dalam BirdVit ada sejumlah mineral yang sangat diperlukan burung. Namun kandungan mineral di dalam BirdVit tidak sebesar di dalam BirdMineral karena selain sebagai penjaga vitalitas burung, BirdMineral juga bersifat mengcover atau mengobati.
Pola Perawatan masa mabung:
Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong. Tidak perlu dimandikan. Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru.
Berikan BirdVit yang diberikan tiap hari atau mencampurkan BirdMineral ke dalam bubukan bata di dalam sangkar branjangan.
Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.
Untuk pemasteran yang bagus, silakan baca referensinya di sini.
Perawatan branjangan macet bunyi
Jika branjangan mengalami macet bunyi pasca mabung Anda bisa melakukan treatment sebagai berikut
Beri pakan undur-undur. Caranya, cari binatang kecil (rata-rata seukuran 1-4 pentol korek api) yang suka berumah di tanah berdebu itu. Ambil 10-15 ekor. Ganti bubukan bata/tanah di sangkar branjangan Anda dan ganti dengan debu tempat asal undur-undur berada; atau ganti dengan bubukan bata yang baru. Sebab saja undur-undur hidup di sana, nanti dia akan bersarang di bubukan bata/debu itu. Branjangan akan mengejar sendiri undur-undur. Selain disebari undur-undur, jangan lupa sebari kroto, sehari sekitar 1 sendok teh.
Poin nomer 1 bisa dibarengi (tidak mutlak) dengan mempertemukan branjangan macet dengan branjangan yang sedang gacor, agar mudah terpancing dan kembali gacor.
Untuk bubukan bata, jangan lupa agar burung tercukupi mineralnya, gunakan bubukan bata yang dicampur dengan mineral burung. omkicau.com
Other Post in Kicau Bird Nusantara :
Labels:
Branjangan
Penangkaran Bird Branjangan
Kicau Nusantara BRANJANGAN captivity:Branjangan has a population that is easy to grow in their habitat. but for menangkarnya easy-so difficult. Because, as written in Kucica Magazine January 2000 Edition, branjangan easy stress and would not breed if kandanganya or place nest touched by humans. Especially if when incubating eggs, do not ever stranger enters the cage, could-be parent branjangan break eggs.
Unlike other singing birds, birds yellowish brown in penjodohannya process does not need to first through the introduction of males and females. Branjangan an adult or at least a year old, can directly reconcilable if both desire.
There was no difference in the characteristics of lust. Males and females are equally 'ngleper' when in heat. And if it has been equally lust, if released in the cage, the male and female will not fight. Once released in one cage, the male will react first with wings showed marked kegagahannya ngleper and her head up crest.
Branjangan females in the head also has crested, but a little. But his voice equally loud. Only female voice somewhat disjointed and less variation. Habit that often ngleper when lust more often. While the female if it has not appeared a little lust properties of fear. If it is so, the more male lust and the pursuit betina. Home when females fly up and down always dilkuti the male.
Pairing
Branjangan matchmaking process usually occurs during the day. Branjangan ngleper male love on the rocks, being female underneath. Signs of pairing the most evident is when branjangan males often carry dried reeds for nesting. Privileges branjangan when making a nest is not always choose the space provided by the nurse. Pairing until egg-laying period is uncertain.
The time required from the pairing to spawn varies from 3-15 days, depending on the environmental situation around the breeding and nutritional intake of feed.
Cage breeding
Menangkar branjangan unneeded equipment and facilities are 'meticulous'. It's just a quiet location very influential on the success of artificial breeding of humans. Cages for breeding, as the case for walls made of wire grating Adri rather tight (small). This is so that nuisance animals such as lizards and mice are not freely enter. As for the roof bars can also wire or of zinc. Because branjangan resistant to hot air temperature, preferably roof half open so that sunlight can penetrate into the enclosure.
Inside the cage made pond about 1 meter in diameter. To facilitate the filling of water, necessary hoses connected to the engine water pump. Also provide grass and trees (do not need too shady) in order to create an atmosphere like in the original.
The materials for the nest is best to dry reeds or straw. Let the straw strewn on the ground, because if it is destined, nest-making process will be governed solely by these branjangan.
Branjangan classified as a bird perched on a rock like. Because it needs to put up a stone or order that the material of cement. Other habits, branjangan love playing with dust or sand, so it needs to be stocked dust or soil or sand around the pool.
In addition to providing nesting boxes from the ground, a height of about half a meter. But sometimes branjangan do not like making a nest in artificial boxes, these birds prefer to nest in any place as long as it is protected from disturbance of animals or humans. For example, in the bottom corner, near the stone, and others.
Other Post Kicau Birds Nusantara :
Labels:
Branjangan
Main Branjangan Problem
1. Not immediately complete moult
2. After moult not immediately sound
3. Feathers fall off easily
1. Moult was not immediately completed: Branjangan mabung too long a process caused by the slow growth of new feathers.
In contrast to walnuts, for example, branjangan not like "snacking". That is, the process of moult becomes slow because not enough energy to drive the rapid growth of feathers. The feathers and fur sleeve consists of more than 90% protein, especially proteins called keratins. Different proteins with a protein coat on the body and the eggs and require a different amount of proportional amino acid (building block of cells or proteins).
Birds must eat a diet with amino acid content type is then absorbed and stored as protein (keratin) specifically for the purposes of hair growth. This process is very important for birds and bird's body must work extra to get adequate nutrition to form a perfect feather.
To provide the necessary Branjangan types of proteins, we can provide BirdVit and / or BirdMolt. Both multivitamins This not only makes birds fit, but also getting enough amino acids to the growth of feathers.
2. After mabung not fast due to the reconditioning of bird sounds too long. To expedite this reconditioning BirdVit also be given to the daily care during and after the moult.
Alternatively, you can provide a retreat-retreat as extrta fooding (EF) branjangan. Just search for small animals (1-4 average size of a matchbox bulb) 10-15 tails. Stocking into into a brick and will be bubukan branjangan meal. This step can be coupled with bringing branjangan jammed with a gacor branjangan, so you can easily provoked and back sound.
3. Hairs easily fall mainly caused by the attack parasites (lice and worms) and mineral deficiencies.
Make sure you spray the birds once a month with FreshAves.
To prevent mineral deficiency, do not forget to always use the blended brick bubukan BirdMineral as the bottom of the cage.
Other Post Kicau Birds Nusantara :
Labels:
Branjangan
