Showing posts with label Rawatan Harian. Show all posts
Showing posts with label Rawatan Harian. Show all posts

Wednesday, May 2, 2012

Seputar Pleci Lagi

Memang gak pernah ada bosannya membahas tentang burung kecil ini, selain booming dimana mana Burung pleci dipastikan menjadi burung populer di tahun 2011 dan 2012 ini, sekarang hampir tiap rumah menggantung sangkar kecil yang berisi pleci dimana - mana. dari yang tidak hobby dengan burung kicauan pun tertarik memelihara si kecil nan lincah ini.. lantas dimana kesenangannya ? NGEPLONG / BUKA PARUH itulah yang ditunggu tunggu Pleci Mania , begitu plecinya terdengar ngeriwik langsung perawatan total hingga ekstra rawatan mulai dari yang ekonomi hingga VIP diberlakukan hanya untuk membuat pleci kesayangannya buka paruh. 
Disini kita akan membahas pemilihan pleci ombyokan, perawatannya serta pakannya. yang kebetulan didapat dari hasil rangkuman dari beberapa sumber media termasuk jejaring sosial dan media internet lainnya.
PEMILIHAN PLECI OMBYOKAN

ada beberapa kriteria yang penting dalam memilih burung terlebih yang disatukan dalam satu kandang ombyokan ,dan juga perlu kejelian kita memilih burung yang benar benar memiliki prospek bagus. 

1. Berjenis kelamin Jantan
Pastikan pleci yang anda pilih adalah berjenis kelamin jantan yang bisa diperhatikan lewat: 
  • Ukuran tubuh yang lebih panjang dengan kaki jenjang
  • Ukuran kepala yang lebih besar dengan paruh besar, tebal dan panjang.
  • Warna bulu di tubuhnya terlihat terang dan bersih.
  • Vent (kelamin) yang tampak menonjol tegak 30-80 derajat terhadap perut, bisa dilihat dengan cara meniup bawah perutnya.
  • Memiliki nada panggil ( CALL ) yang lebih nyaring dan terdengar tegas.
  • Ekor yang lebih panjang dan cenderung membentuk huruf V sempurna
  • Mata yang terlihat lebih besar, dan sedikit menonjol keluar bila dilihat dari depan.
  • Lingkar kacamata yang cenderung lebih tebal dengan warna putih bersih
  • Gerakan yang lincah dan responsif.
2. Usia yang masih muda
Semakin muda usia burung pleci semakin besar juga peluang agar burung pleci tersebut bisa buka paruh yang diawali dari ngeriwikan kecil hingga ke ngalas. selain mudah dan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan, burung pleci yang masih muda juga memiliki tingkat stress yang lebih rendah dari pada pleci dewasa atau yang sudah tua, juga pemasteran yang akan efektif karena pleci muda lebih cenderung memiliki daya ingatan yang tinggi jadi mudah dimaster sesuai dengan keinginan kita.

3. Perhatikan Tanda khusus
Biasanya pemikat burung (walaupun tidak semua) akan memberi tanda khusus dengan menggunakan spidol berwarna pada kepala atau tubuh burung atau juga memotong bulu burung untuk menandakan bahwa burung tersebut bagus , jadi cobalah mencari tanda - tanda itu di kandang ombyokan.

4. Katuranggan
Katuranggan adalah informasi mengenai tampilan fisik yang akan menentukan performa dari burung tersebut, katuranggan ini disusun berdasarkan pengalaman dan uji kebenaran selama puluhan tahun, bagaimana memilih katuranggan yang baik untuk pleci ombyokan sesuai dengan yang kita inginkan. 


  • Postur badan panjang proposional terhadap kaki,leherdan ekor .
  • kaki jenjang panjang ,kering dan jari jari panjang .
  • Kepala lebih besar berbentuk kotak ,atau dahi menonjol.
  • Pangkal paruh lebar ,paruh tdk terlalu tebal dan tidak terlalu tipis ,paruh panjang dan lurus.
  • Leher panjang dan tebal berisi.
  • Dada lebar dan berisi atau berdada bidang .
  • Ekor panjang dan rapi .
  • Bulu berwarna kering,rapi dan mengkilap (lebih kontras).
  • Mata bulat besar melotot.
  • Gerakan lincah .
  • Sayap lebar dan mengepit rapat simetris.
  • Berdiri kuat 30-45 derajat .





PERAWATAN PLECI MONTANUS DAN JENIS LAIN 



Pleci Montanus atau pleci gunung ini termasuk jenis yang paling populer di kalangan pecinta pleci. Selain dari volume suaranya yang lantang juga variasi lagu yang lebih banyak. 
pleci ini termasuk yang memiliki sub spesis terbanyak, ada sekitar 9 sub spesis dari jenis pleci ini termasuk yang tersebar di beberapa daerah di Kepulauan Jawa. Sebutan untuk pleci ini beragam di beberapa daerah . ada yang menyebut dengan nama pleci dada putih, pleci gunung, pleci super, pleci kapur dsb. Ciri utama dari pleci montanus adalah tubuh yang lebih besar dari pleci dada kuning. juga iris mata yang berwarna putih menjadi ciri khas dan menjadi daya tarik tersendiri dari pleci jenis ini. Perawatan pleci montanus ini sebenarnya sama saja dengan pleci jenis lainnya hanya pleci jenis ini sangat sulit untuk beradaptasi dan dibutuhkan waktu lama untuk dapat berkicau dengan membuka paruhnya. Pleci montanus termasuk pleci dengan nafsu makan yang besar sehingga pleci ini kerap mengalami kegemukan jika pola makan tidak diatur dengan baik. 


Rawatan harian pleci Montanus. 

  1. Gantung rendah di tempat yang ramai agar pleci terbiasa dan cepat beradaptasi. 
  2. Jemur rutin tiap hari selama 1/2 - 1 jam, 
  3. Mandi rutin tiap hari pada pagi hari dan sore hari. 
  4. Buah segar harus tersedia setiap harinya dan pemberiannya bisa di selang seling seperti: Pisang - Pepaya - Apel - Sawo - Pisang - Pepaya - Apel 
  5. Berikan kroto segar 1 sendok makan setap pagi dan sore 
  6. Berikan ulat hongkong pilih yang berwarna putih 2-3 ekor setiap pagi dan sore 
    Untuk mengatasi pleci montanus dan juga jenis lainnya yang mengalami kegemukan:

  • Hentikan pemberian buah lainnya selain pepaya tiap harinya. 
  • Kurangi makanan berlemak seperti Ulat Hongkong dan Ulat kandang. 
  • Kroto dikurangi 
  • Selama tahapan ini jangan dulu memberikan voer maupun madu Ganti sangkar dengan ukuran yang besar dan jumlah tangkringan yang diperbanyak agar burung lebih banyak bergerak dan beraktifitas.


MEMBUAT PLECI LEBIH CEPAT BUKA PARUH 

Pelihara pleci lebih dari satu ekor dengan jenis yang sama!. ingat panggilan tiap jenis pleci itu berbeda-beda jadi tidak bakalan cocok jika memelihara pleci dada putih dengan pleci dada kuning, yang bagus adalah memelihara pleci dengan jenis / ras yang sama dengan demikian burung plecipun akan lebih cepat bersahut-sahutan dan lebih cepat juga buka paruh ( ngeplong ). OK, semoga tulisan ini bermanfaat bagi pleci mania indonesia.


readmore »»  

Saturday, April 7, 2012

Perawatan burung selama masa mabung

Mabung adalah kondisi normal yang merupakan siklus tahunan yang terjadi pada unggas-unggasan dan burung. Mabung adalah waktu dimana proses pergantian bulu lama ke bulu baru sedang berlangsung, dan pada waktu mabung tersebut burung kadang sering terlihat diam tidak segacor biasanya dan lebih banyak makan atau minum dari biasanya. wajar saja karena pada kondisi mabung tersebut burung memerlukan asupan energi yang lebih untk membantu proses pertumbuhan bulunya. Perawatan selama masa mabung inilah yang harus benar - benar kita perhatikan. dan sebelum kita membahasa lebih jauh lagi mengenai bagaimana perawatan burung mabung sebaiknya kita memahami dahulu apa itu mabung atau moulting, mabung atau moulting adalah proses rontok bulu tua pada unggas atau burung secara periodik, secara normal biasanya berlangsung sekali dalam satu tahun dan pada beberapa jenis burung tertentu bisa berlangsung dua hingga tiga kali dalam satu tahun.
Ngurak adalah istilah atau sebutan untuk bulu burung yang sudah tidak beraturan dan ditandai dengan rontoknya bulu-bulu kecil atau halus.

Ambrol adalah sebutan untuk bulu burung yang rontok semua atau burung mengalami 75% hingga 95% kerontokan bulu

Nyulam adalah kondisi dimana tumbuhnya bulu baru menggantikan bulu yang rontok, tetapi secara keseluruhan bulu burung dalam kondisi bagus dalam arti tidak sedang berada pada proses ngurak
Pada beberapa burung tertentu seperti dari jenis cucak-cucakan sangat jarang ditemui burung yang mengalami proses mabung seperti ngurak, ambrol dan mabung, biasanya burung - burung tersebut hanya mengalami masa NYULAM dalam artian rontok bulu tidak secara keseluruhan tetapi langsung digantikan dengan tumbuhnya bulu baru.

PENANGANAN NGURAK
penanganan pada kondisi dimana burung mengalami masa ngurak:
Burung di beri kerodong (full kerodong) dan hanya dibuka pada saat mengganti makanan dan minumannya.
  • Mengganti merek voer yang digunakan.
  • Memberikan EF kroto, untuk burung seperti Murai Batu, Kacer, Anis Merah, Anis Kembang dan burung besar lainnya kroto bisa diberikan minimal satu sendok makan sehari, sementara untuk burung kenari dan burung burung kecil lainnya bisa diberikan setengah sendok teh sedang untuk branjangan diberikan dua sendok teh.
  • Selama masa ngurak burung jangan dulu dijemur apalagi dimandikan.
Selama di kerodong itu kerodong bisa disemprot dengan semprotan kecil hanya untuk melembabkan suasana didalam sangkar agar proses moulting berlangsung sempurna dan bulu-bulu bisa rontok dengan cepat dan dengan demikian proses pertumbuhan bulupun akan lebih cepat. Selain dari Full kerodong tersebut ada juga cara lain untuk merontokan bulu yaitu dengan mencampurkan susu bubuk putih (merek apa saja) secukupnya kedalam voer atau kroto pada burung yang akan diambrolkan bulunya selama 2 hingga 3 hari sampai bulu-bulu burung tersebut terlihat berjatuhan setiap harinya. dalam waktu satu minggu biasanya burung sudah ambrol dan proses pemberian susu bubuk ini bisa dihentikan.
Mengatasi burung yang mabung tidak tuntas
Pada tahapan ini burung sudah mengalami pergantian bulu tetapi masih ada bulu bulu kecil yang tertutup lapisan tanduk. maka tindakan yang dilakukan adalah:
Rutin memandikan dan menjemur burung secara bertahap, untuk mandi minimal sehari sekali dan untuk proses penjemuran jangan lebih dari 30 menit pada tahap-tahap awalnya dan lama penjemuran bisa dinaikan pada hari-hari berikutnya. 

sumber:berbagaisumber
readmore »»  

Sunday, March 25, 2012

Tips perawatan burung bakalan

Membeli burung di Pasar burung memang sangat banyak pilihan mulai burung ciblek hingga burung muray batu semua tergantung dengan rapinya di setiap kios-kios burung yang kita datangi. Jenis burung yang bervariasi mulai dari burung bakalan hingga burung jadi semua ditawarkan dengan harga yang juga bervariasi. Kadang begitu inginnya kita memelihara burung bagus yang sudah rajin berkicau tapi apa daya isi dompet di kantong kita tak juga turut berkicau yang rajin berkicau malah bini kita begitu tahu kita mencoba menawar burung-burung jadi tersebut, hehehe 
alternatifnya beli burung bakalan .. entah itu burung kacer, pentet, ciblek ataupun burung apa saja asal sesuai dengan selera dan tentu saja penawaran terendah dari kita. lalu bagaimana perawatan burung bakalan agar bisa hidup lebih lama di tempat kita atau lebih bagus lagi jika burung bakalan tersebut mau jinak dan berbunyi dengan rajin ditempat kita,, hal itu tentulah membawa kebanggaan tersendiri bagi kita yang merawat burung tersebut.  maka itu disini kita akan membahas semua hal yang berkaitan dengan burung bakalan tersebut. 


sumber gambar : www.opentravelinfo.com
Katakanlah kita sudah memilih seekor burung bakalan dan kita sudah mengetahui kriteria burung bakalan yang bagus itu seperti apa, dan yang penting burung bakalan yang kita beli itu 100% berjenis kelamin Jantan, tidak cacat, bulu yg bersih tidak kusam, dan terlihat lebih lincah dibanding yg lain.  sewaktu kita membeli burung tersebut oleh penjual burungnya kita tidak akan diberikan kandang untuk membawanya ( kecuali kita membelinya dengan kandang atau membeli kandang bekas) tetapi burung teresebut dimasukan kedalam kantong semen atau dibeberapa daerah dimasukan dalam besek. bayangkan betapa panasnya suhu dalam besek tersebut dari perjalanan pulang hingga sampai kerumah kita apalagi kalo kita masih sempet-sempetnya belanja kebutuhan yang lainnya dahulu. 
Hal pertama yang harus dilakukan begitu burung sampai rumah adalah : 
  • Sediakan sangkar yang bersih ( Kalau sangkar tersebut bekas burung yang sebelumnya mati sebaiknya sangkar disterilkan dahulu dengan cara membersihkan sangkar dengan sabun), 
  • Beri minuman dan juga makanan kesukaannya terlebih dahulu misalnya untuk burung pemakan buah-buahan maka masukan pisang untuk burung pemakan serangga masukan kroto dan jangkrik ke tempat makanannya sebaiknya hindari pemberian voer untuk burung yang pertama kali datang hingga burung benar-benar beradaptasi dengan lingkungan rumah.
  • Langsung masukan burung yang baru kita beli tersebut ke sangkar tersebut lalu full kerodong untuk sementara waktu dan disimpan di tempat yang sejuk dan tenang. 
  • Biarkan dahulu beberapa lama untuk memberi waktu kepada burung beradaptasi dan terbiasa dengan rumah barunya. 
Penting : Jangan pernah memandikan burung bakalan sebelum burung benar-benar beradaptasi dengan sangkar atau lingkungan sekitarnya.

Proses pemberian voer kepada burung bakalan. 
Setelah burung telah benar-benar beradaptasi dengan lingkungan dan sangkar, biasanya ditandai dengan burung yang lebih tenang di tangkringannya sambil terlihat beberapa kali makan dan minum di cepuk barulah berikan voer jika burung sudah makan voer dan jika belum makan voer maka tahapan selanjutnya adalah pelatihan bagi burung agar mau makan voer.
 Untuk burung pemakan buah-buahan proses pelatihannya bisa dimulai dengan buah pisang yang diaduk dengan voer kasar/ voer ayam. agar pada saat burung makan pisang tersebut maka voer kasar yg menempel pada pisang akan ikut juga termakan, lanjutkan terus tiap hari dengan porsi yang berubah-rubah : jumlah pisang lebih sedikit dari jumlah voernya hingga pengetesan yaitu memberi makan dengan voer tanpa dicampur dengan buah-buahan. kalau burung mau memakannya dan kotorannya terlihat bergumpal dan berwarna hijau berarti burung sudah mencerna voer dan menganggap voer sebagai makanannya, tapi jika kotorannya masih berbentuk cairan dan bercampur dengan warna putih maka tahapan ini bisa dilanjutkan terus hingga burung benar-benar sempurna makan voer. dan jika burung sudah mau makan voer maka voer nya bisa diganti dengan merek yang biasa anda gunakan untuk burung kicauan lainnya. 
Untuk burung pemakan serangga, prosesnya tidak jauh berbeda dengan burung pemakan buah-buahan, hanya disini kita menggunakan kroto (telur semut rangrang), sebaiknya gunakan kroto basah yang masih segar( tidak bau) dan terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran ataupun semut dewasa yg sudah mati/masih hidup. 
Hari pertama kroto dimasukan dengan porsi lebih banyak dari jumlah voer. jangan dulu diaduk. dan hari berikutnya kroto dan voer diaduk dengan porsi kroto yang setiap harinya berubah yaitu lebih sedikit dibandingkan jumlah voer. hingga proses pengetesan yaitu burung diberi makanan berupa voer murni tanpa campuran dan dilihat apakah burung mau makan voer tersebut atau tidak lalu lihat kotoran burung apabila sudah berbentuk dan berwarna kehijauan berarti burung sudah makan voer jika masih terdapat cairan putih berarti burung belum sempurna mencerna voer dan bisa melanjutkan proses latihan ini hingga burung benar-benar sempurna mau makan voer. 
Proses penjinakan burung 
Setelah burung benar-benar sempurna makan voer, barulah kita ke tahap penjinakan. tahap ini hanyalah salah satu metode agar burung tidak ketakutan/gerabagan jika melihat kita ataupun orang-orang yang lalu lalang dihadapannya. Biasanya burung bakalan yang dilatih makan voer lebih cepat jinak atau sudah jinak meskipun masih jinak-jinak lalat. tapi ada baiknya juga melatih burung cepat jinak agar tidak menimbulkan kesulitan dikemudian hari.
Untuk menjinakan burung biasanya penggemar burung kicauan menggunakan metoda: 
Memandikan burung hingga basah kuyup.
Memandikan dengan cara dipegang oleh tangan lalu membasuhnya secara perlahan.
Menggantung sangkar di tempat yang ramai orang lewat, di ruangan keluarga, atau di tempat yang banyak aktifitas keluarga/orang-orang sekitar.
Memberi makan dengan tangan dengan cara menggunakan lidi yang ditusukan pada jangkrik lalu diberikan pada burung. dan setiap harinya lidi tersebut dipotong pendek sampai hari dimana ukurannya pas dengan jari kita yang memegang jangkrik lalu memberikannya pada burung. dengan demikian burung tidak akan takut lagi pada saat kita memberikan jangkrik dengan tangan kita.

setelah semua tahapan-tahapan tersebut kita jalani , dalam artian burung sudah jinak dan mau makan voer, tahapan selanjutnya adalah perawatan harian. 

Perawatan harian burung bakalan.
Biasakan mengeluarkan burung pada pagi-pagi hari sekali dengan tujuan pengembunan.
Berikan Ekstra Fooding berupa jangkrik 4 hingga 5 ekor pagi dan Sore hari.
Berikan Ulat Hongkong 1-2 Ekor pada Pagi dan Sore hari.
Berikan 1 ekor Ulat bumbung ( Ulat Bambu/Cangkilung) Jika cuaca terasa terik/panas menyengat.
Rutinkan Mandi dan Jemur selama 1-2 Jam, dan selama penjemuran sebaiknya burung jangan diganggu. 
Setelah lewat sore hari burung bisa diberikan kerodong untuk beristirahat hingga pagi berikutnya. 
Dengan perawatan yang rutin dan konsisten ,bukan tidak mungkin didapat hasil yang memuaskan dari burung bakalan anda, bayangkan betapa bangganya anda bisa membuktikan kepada diri anda atau rekan anda ( atau bini anda ^^) bahwa anda ternyata mampu mengurus burung kicauan dengan hasil yang memuaskan. dan tentunya rawatan anda tersebut akan sebanding dengan harga burung yang sekarang anda miliki /rawat dari bakalan jika burung tersebut dijual ( misalnya beli cuma 50rebu sudah jadi dijual 350rebu ). Semoga berhasil :)
Tips ini sudah terbukti pada burung sejenis Kacer, Pentet, Cucak ijo, Ciblek dan burung kecil lainnya. Khusus untuk bakalan burung muray batu silahkan klik disini.

readmore »»  

Wednesday, March 21, 2012

Membuat Ciblek jadi gacor

Bagaimana membuat burung ciblek menjadi cepat gacor ? kuncinya ada di perawatan dan juga yang tak kalah penting adalah mental dari si burung itu sendiri. seperti kita tahu ciblek yang sudah kita kenal ada dua macam jenis yaitu Ciblek dada putih dan Ciblek dada putih kekuningan. dari kedua jenis ciblek tersebut terdapat perbedaan karakter dari keduanya. Burung ciblek dada putih misalnya, kalau sudah kalah bertarung biasanya burung ini akan lebih lama pulihnya dibandingkan dengan burung ciblek dada kuning atau putih kekuningan. 
sebelum berlanjut dengan topik perawatan harian, kita bahas dahulu mengenai burung ciblek si burung kecil petarung ini untuk menambah pengetahuan kita. 
Ciblek atau bahasa latinnya Prinia Famillia ini adalah burung kecil yang sekitar tahun 80 - 90an masih banyak bercengkrama di sekitar halaman rumah kita. suara khasnya yang menjadikan burung ini digandrungi oleh para kicaumania di seluruh indonesia dan menjadikan burung ini menjadi naik daun dan berangsur-angsur mulai jarang terlihat di alam bebas. penangkapan yang berlebihan menjadi salah satu sebab menghilangnya burung ciblek di pekarangan ataupun di kebun-kebun.
 Ciblek jantan dan betina bisa dibedakan dari warna paruh bagian bawahnya. untuk ciblek jantan dewasa warna paruh seluruhnya adalah berwarna hitam sedangkan untuk jantan muda warna paruh bagian bawahnya berwarna putih kepucatan dengan sedikit warna hitam di ujung paruhnya, sedangkan untuk ciblek betina warna paruh bagian bawahnya berwarna putih.

Variasi suara burung ciblek biasanya senada dan diperdengarkan dengan tempo tinggi (ngotot) dan terus menerus, sehingga enak di dengar. Beberapa ciblek telah dapat di master dengan suara burung lain. Istilah suara tembakan, suara ngebren adalah istilah yang biasa di gunakan oleh penggemar burung ini untuk menggambarkan suara burung ciblek yang sedang berkicau. Suara tembakan adalah suara burung saat memperdengarkan suara kerasnya secara satu persatu dengan tempo nada yang tidak begitu rapat. Ngebren adalah suara ciblek yang di perdengarkan dengan tempo tinggi/rapat dan keras. Rasanya jarang kita temui burung ciblek yang bersuara ”setengah hati”. Variasi suara burung ini akan tergantung pada kecerdasan burung dalam menangkap dan merekam suara burung lain disekitarnya.

Tidak saja untuk di pertandingkan, burung ciblek juga dikenal sebagai burung ”master” yang baik, khususnya untuk burung kenari, branjangan, cucak hijau dan lainnya.

Perawatan harian burung ciblek

Makanan utama yang wajib disiapkan untuk ciblek setiap harinya adalah :
1. Jangkrik kecil ( atau jangkrik dewasa setelah di potong kepala, kaki dan sayapnya )
2. Ulat ( bisa Ulat kandang / Ulat Hongkong ) 
3. Kroto 
4. Voer lembut ( banyak kicaumania yang menambahkan susu bubuk kedalam voernya )

Rawatan harian untuk Ciblek Dewasa
  • Rawatan harian bisa dimulai dengan pemberian jangkrik kecil 3 ekor Pagi / Sore
  • Ulat ( untuk UH sebelum diberikan sebaiknya kepala ulat dipotong dulu, dan lebih bagus lagi jika diberikan UH yang masih berwarna putih / ganti kulit ) sebanyak 3 ekor P/S
  • Kroto sebaiknya minimal 2 x seminggu atau 3 x seminggu. 
  • Voer diberikan voer lembut dan dicampur dengan susu bubuk. 
  • Penjemuran minimal 2 s/d 3 jam setiap hari. 
  • Sewaktu menggantang burung ini usahakan berjauhan dari burung sejenis atau burung predator lainnnya seperti Toed/cendet/pentet. 
  • Tempel dengan burung betina / burung muda maksimal 2 x seminggu selama 1 - 2 jam, untuk mengasah mentalnya.
Sebetulnya kunci dari pada perawatan harian burung adalah tergantung dari setelan harian yang kita biasakan untuk burung kicauan kita, dan setelan itulah yang dijadikan sebagai patokan dari perawatan burung setiap harinya. Cobalah lakukan perubahan perawatan seperti jumlah jangkrik/ulat yang diberikan setiap harinya lalu amati perkembangan burung tersebut apakah burung tersebut semakin agresif , rajin berkicau atau malah menjadi malas berkicau, cari setelan yang menurut anda adalah setelan yang cocok diterapkan pada burung anda setiap harinya. biasanya setelah anda menemukan setelan yang pas untuk burung anda maka burung pun akan lebih maksimal dan tentulah hal ini yang sangat diharapkan oleh kicauan mania, memiliki burung yang gacor di rumah ataupun di arena kontes . ( Bogor )

tips menjinakan burung yang masih giras.
tips membuat burung ciblek mau makan voer.
readmore »»  

Wednesday, March 7, 2012

jangan manjakan pentet anda

Buat agan-agan semua tentu tahu burung Pentet , cendet atau toet adalah burung yang menarik untuk di pelihara, selain karena suaranya yang nyaring juga keindahan bulunya. burung ini termasuk jenis yang mudah beradaptasi seperti halnya dengan burung kutilang ( cangkurileung ) dan trucukan ( jogjog) .
Burung ini termasuk burung predator yang selain memakan serangga burung ini juga memangsa burung - burung kecil sekelas emprit ,kacamata ,prenjak dan malah anakan ciblek kadang juga memangsa kadal ataupun binatang kecil lainnya. karena nafsu makannya yang begitu besar membuat burung ini cepat manja. dan akan lebih manja lagi jika kita selalu membiasakan memberi makanan langsung dari tangan ke burung ini.celakanya lagi ternyata bukan hanya burung muda yang bisa terkena penyakit manja ini burung dewasa yang sudah jadipun cepat menjadi manja dalam waktu sekejap apabila kita sengaja memberikan makanan kesukaannya lewat tangan kita ke burung ini. jadi jangan biasakan memberi makan burung ini langsung dari tangan anda! karena jika pentet kita menjadi manja maka burung ini akan menjadi malas bersuara dan akan langsung turun begitu melihat yang empunya.. tentunya hal ini berpengaruh pada kualitas dari burung tersebut. tapi kalau anda memang lebih menyenangi burung ini untuk bermain-main dengan anda karena kemanjaannya , anda bisa melewati tulisan dibawah ini :)



Lalu bagaimana mengatasi burung pentet yang terlanjur manja ( berbunyi ngek-ngek sambil sayapnya ngleper jika melihat orang). 
  • Hal pertama adalah memberi rasa takut pada burung ini ,jangan khawatir burung ini akan stress ,justru kemanjaannya malah membuat pemiliknya bertambah stress :P . Caranya dengan menyemprotkan sprayer yang sebelumnya di isi dengan air bersih yang sudah disimpan dalam lemari es ( bukan freezernya )  pada burung ini setiap kali burung ini turun dari tangkringannya dan merengek meminta makanan pada kita. lakukan berulang kali setiap hari. jika kita ingin memberinya EF semisal jangkrik kita bisa memberi cepuk makan tambahan untuk jangkrik atau serangga lainya, dan masukan makanannya hanya diluar kandang ! lalu masukan kembali cepuk berisi makanan/EF ke kandangnya.
  • Hal kedua adalah mengkarantina burung ini dari pandangan kita. kita bisa menempatkan burung ini di belakang rumah atau tempat lain yang jarang orang lewati. 
  • Hal ketiga adalah full krodong .
  • Hal ke empat adalah kombinasi dari semua cara diatas . 



Dan menurut pengalaman saya burung pentet manja akan kembali berangsur normal dalam waktu beberapa minggu jika kita telaten memberi terapi tersebut diatas . Jadi jika cara - cara tersebut tidak mempan untuk pentet anda, mungkin sudah saatnya anda mengiklaskan pentet anda berpindah tangan , hehehe 
semoga berhasil dengan perawatan pentetnya.
readmore »»  

Friday, February 24, 2012

Tips Seputar Cucak Jenggot

Banyak rekan rekan yang bertanya kepada saya baik itu melalui email, forum ataupun di facebook fan page kicaumaniabogor mengenai perawatan burung cucak jenggot agar menjadi lebih gacor dan tampil ngetrek. Berikut ini adalah salah satu ulasan atau kita sebut saja tips perawatan burung cucak jenggot dengan ramuan tradisional yang dikutip dari forum kicaumania, mudah-mudahan bisa bermanfaat buat anda semuanya. 

Mengatasi Cucak Jenggot yang kurang gacor , usia diatas 1 tahun :
Sediakan dua buah cepuk minuman didalam kandangnya satu berisi air biasa dan satu lagi berisi madu.
Sebelum memberikan pisang pada Cucak jenggot anda terlebih dahulu pisangnya diolesi dengan madu,dan rutin memberikan EF berupa Jangkrik 1 ekor pagi sore yang kepalanya sudah dicopot dari badannya lalu dimasukan jahe yang dipotong seukuran  voer biasa kedalam tubuh jangkriknya , lihat perkembangannya dalam waktu 1 minggu.

Mempercepat mabung nyulam Cucak Jenggot :
Isi cepuk makanannya dengan voer dalam jumlah setengahnya lalu masukan susu bubuk dengan ukuran setengahnya lagi dan diaduk hingga merata.
Untuk minuman bisa diberikan air biasa tetapi untuk EFnya diberikan lebih banyak dari yang biasanya.
Sewaktu menjemur burung, kandang terlebih dahulu dikerodong setengahnya lalu kain kerodong disemprot dengan sprayer agar terjadi proses penguapan didalam kandang sehingga membuat tubuh Cucak Jenggot menjadi tetap hangat dan bukan kepanasan karena penjemuran.
Full kerodong pada menjelang petang dan malam hari.

Membuat jernih suara burung Cucak Jenggot:
Selama 2 x seminggu air minumnya diganti dengan air larutan cap K3 atau dengan air teh yang tidak begitu manis dicampur dengan potongan perasan air jeruk nipis

Menjaga kondisi dan kesehatan Cucak Jenggot :
Tiap 1 bulan sekali , sediakan jahe , kencur, dan kunyit masing"a @1 ruas jari jempol.
ketiga bahan tadi diparut halus, kemudian diperas airnya.
campurkan perasan tadi ke dalam cepuk air minum.
Jika burung tidak mau meminum ramuan tersebut bisa dengan cara : 
Selama menjemur burung ambil semua makanan dan minuman yang ada dalam kandang ermasuk buah-buahan (pisang), setelah proses penjemuran selesai langsung berikan cepuk minum yang berisi ramuan tersebut. Akan lebih baik lagi jika ramuan tersebut dicampur dengan madu .

sumber : kicaumania[.]org. forum kicaumania. berbagai sumber.

Baca juga :
membedakan cucak jenggot jantan dan betina
tips memilih burung bakalan
readmore »»  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright (c) 2010 Info dan Tips Perawatan Burung. Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes And TM Web Design.