Sunday, April 15, 2012

Cara Gampang Menangkar Burung Cucakrowo ala Gunawan Wibisono

Kicau Nusantara Siapa yang tidak kenal burung Cucak Rawa, burung yang memiliki suara merdu dan ocehan yang khas, banyak rekan kicau nusantara yang ingin memeliharanya, berikut ada tips cara mudah membudidayakan burung cucak rawa. Gunawan Wibisono adalah salah satu penangkar burung cucak rawa ini, beliau menangkarkan burung cucak rawa dengan modifikasi kandang dan lingkungan supaya burung betah dan kerasan di tempat tersebut, dan yang terpenting burung tidak stress, berikut ulasan mengenai ctips sukses beternak cucak rawa ala Guawan Wibisono.

Coba lihat kandang penangkaran burung cucakrowo di sejumlah penangkar, rata-rata tertutup rapat. Tetapi tidak demikian dengan breeding ala Gunawan Wibisono Ungaran. Selain kandang terbuka, sebagian besar cucakrowonya terbiasa menjadi “tontonan” ketika masa kawin bahkan selama masa mengeram.
cucak rawa jantan dan betina,membedakan jantan betina cucak rawa,cucak rawa betina jantan,harga cucak rawa,sepasang cucak rawaDari 14 kandang penangkaran burung cucakrowo Om Gun – demikian biasa saya memanggilnya – ada memang beberapa yang berada di balik tembok rapat. “Tetapi saya menyesal juga, sudah menghabiskan banyak biaya, hasilnya ya sama dengan burung yang saya tangkar di kandang terbuka. Malah saya agak kesulitan mengontrolnya,” kata dia kepada Om Kicau yang beberapa waktu lalu sempat main (lagi) ke rumahnya bersama Om Dwi Lovebird Joga, Om Joko Pamungkas Om Wahyudi Kartasura.
Dengan kandang terbuka, menurut dia, banyak keuntungannya. Antara lain, bisa menekan biaya kandang, pasangan burung tidak mudah stres meski di sekitarnya banyak suara gaduh atau lalu lalang orang, memudahkan pengontrolan serta memberikan sirkulasi udara yang bagus sebagai salah satu syarat sukses menangkar burung.

“Dengan kandang terbuka, juga bisa menjadi penghilang rasa jenuh karena setiap saat kita bisa menonton burung bercumbu, bertelor atau sedang mengeram,” katanya.

Lantas mengapa banyak penangkar cucakrowo yang membuat kandang dengan dinding rapat? Menurut Om Gun, hal itu karena sudah berkembang mitos bahwa burung cucakrowo mudah stress dan akhirnya tidak mau beranak-pinak kalau selama ditangkar dilihat-lihat orang.

Artinya, jika burung cucakrowo sejak awal memang ditangkarkan di kandang yang bagian dalamnya bisa dilihat-lihat maka burung akan menyesuaikan. “Oleh karena itu, sebaiknya sejak awal memang sudah dikondisikan demikian. Kita tidak akan banyak menemui kendala burung macet produksi hanya karena ada suara gaduh disekitarnya atau hanya karena lihat-lihat atau kita pegang-pegang sarangnya.”


Jika selama ini banyak breeder burung cucakrowo mengaku kesulitan dalam proses penjodohan, tidak demikian halnya dengan Om Gun. “Nggak perlu lama bagi saya untuk bisa menentukan mana pasangan bisa beranak pinak atau tidak,” katanya.

Hanya saja memang, cara yang digunakan Om Gun relatif memakan biaya. Ya bagaimana tidak, karena cara penjodohan yang dilakukan memerlukan modal besar yakni mengumpulkan beberapa cucakrowo jantan dan betina yang dimasukkan ke kandang koloni.

Mula-mula, masing-masing burung diberi tanda dengan melingkarkan benang yang ditalikan di masing-masing burung. Warna benang dibuat berbeda-beda antara satu burung dengan burung lainnya. Setelah itu semuanya dimasukkan ke dalam kandang koloni.

Pada malam hari, Om Gun tinggal menyorot dengan lampu untuk melihat burung jantan dengan benang warna apa tidur berdekatan dengan betina yang diberi tanda warna apa. Jika sudah ada jantan dan betina yang selalu berdampingan selama satu sampai tiga malam, maka kedua burung itu diambil pada siang harinya dan dimasukkan ke kandang penangkaran.

“Tidak sampai sepekan biasanya burung sudah menyusun sarang dan si betina mulai bertelur, mengeram dan selanjutnya menghasilkan anakan,” kata Om Gun yang sudah menangkar burung cucakrowo sejak awal dekade 2000-an tetapi baru bisa merasakan hasil memuaskan baru pada beberapa tahun terakhir ini.

Dengan metode penjodohan demikian serta memberikan asupan gizi dan multivitamin khusus breeding yang bagus, Om Gun tidak pernah mengalami kendala dalam memasangkan atau menjodohkan burung cucakrowo.

Sediakan beberapa tempat sarang
Sementara itu untuk membuat burung cucakrowo lebih nyaman beranak-pinak, Om Gun membuat interior kandang yang terbilang “wah”. Selain nyaman untuk burung, nyaman juga untuk dilihat-lihat sebagai penyejuk mata. Sebab, di dalam kandang itu dibuatkan taman mini dengan beberapa tumbuhan, kolam yang di atasnya air terus mengalir dengan bantuan water-pump.

Di dalam kandang itu juga dia sediakan beberapa alternatif tempat burung bersarang. Di sana tersedia tempat sarang dari kotak kayu, ada sarang di cabang tanaman, ada pula sediaan tempat sarang yang menempel di dinding kandang.

Burung cucakrowo ada yang suka berpindah-pindah sarang. Suatu ketika milih sarang di tanaman, kali lain di sarang yang menempel di dinding dan pada waktu lain pindah ke lain sarang lagi. Tidak menetap di satu tempat,” kata Om Gun.

Anakan mati
Meski sukses dalam penjodohan, pada awalnya Om Gun banyak menemui kendala dalam perawatan piyik cucakrowo.

“Saya berhasil membesarkan anakan cucakrowo sampai gede-gede dalam jumlah banyak ya belum lama. Dulu banyak yang mati karena kesalahan dalam pengaturan suhu inkubator, serta kurang memperhatikan asupan untuk burung piyikan. Tetapi saat ini ya sudah bisa dibilang tidak terlalu banyak kendala,” katanya mantab.

Pasang kamera CCTV
Sebagaimana dilakukan Om Sutoto dengan penangkaran GRD-nya (lihat artikel: Mengintip rahasia sukses penangkaran cucakrowo GRD Bird Farm Balikpapan), Om Gun juga memasang belasan kamera CCTV di beberapa pojok area rumah dan kandang penangkaran.

Bedanya, kalau Om Sutoto memasang kamera CCTV untuk memudahkan mengontrol kondisi burung di dalam kandang, Om Gun memasang kamera untuk meminimalisasi tindak kejahatan “orang tidak diundang” alias pencegahan tindak pencurian burung. “Setiap malam secara bergantian ada anak kandang yang memonitor lingkungan rumah dari ruang monitor,” katanya.Ya mohon dimaklumi kalau Om Gun melakukan tindakan seperi itu. Dia masih trauma atas kejadian pencurian beberapa pasang burung yang dia tangkar beberapa waktu lalu. (Untuk catatan hal ini, Anda bisa membaca artikel “Maling beraksi, 7 pasang murai batu dan 2 pasang cucakrowo Om Gun Ungaran amblas”.
contoh kandang cucak rowo,kandang penangkaran cucak rawa,kandang burung cucak rawa,cucak rawaProspek penangkaran cucakrowo
Selain menangkar burung cucakrowo, saat ini Om Gun juga menangkarkan burung murai batu dan burung lovebird. “Nggak tahu ya, saya kok merasa menangkar burung cucakrowo, murai batu dan lovebird itu mudah. Barangkali memang di situ hoki saya,” kata Om Gun yang bos sebuah perusahaan pengembang perumahan itu.

Namun diakuinya, dari usaha breeding cucakrowo dan lovebird dia mendapatkan banyak keuntungan. “Kalau untuk murai batu, yang saat ini ada tujuh kandang, tidak saya fokuskan sebagai profit center tetapi karena kebetulan saja saya suka murai batu. Justru karena suka itulah saya memilih benar hanya indukan-indukan berkualitas yang saya tangkar,” ujarnya.

Mengenai prospek penangkaran burung cucakrowo, Om Gun yakin masih terbuka lebar peluangnya dan akan bertahan lama. “Saya yakin, penangkaran cucakrowo tidak ada matinya. Harga piyikan relatif stabil dan meskipun jarang ada kelas cucakrowo di arena lomba burung, penghobi cucakrowo terus bertambah dan mereka bukan penghobi burung musiman yang mudah memindahkan pilihan jenis burung piaraan.”

Anda pengin belajar menangkar cucakrowo? Silakan saja berkenalan dengan Om Gun dan dapatkan tips-tipsnya langsung di rumahnya yang asri di Ungaran. Kalau Anda jenuh ngobrol, Anda bisa juga bersantai ria dengan bermain bilyard di lantai II rumahnya, atau bisa juga melihat-lihat cucakrowo yang sedang mengeram tanpa takut akan kehadiran orang di lantai III.
source omkicau
Cara Gampang Menangkarkan Burung Cucak Rawa ala Gunawan Wibowo bisa menambah pengetahuan rekan kicau nusantara semua ;p
readmore »»  

Wednesday, April 11, 2012

Mengecek jenis kelamin burung dengan pendulum

Bingung menentukan burung jantan atau betina? coba salah satu tips alternatif dibawah ini yang sering juga digunakan para penggemar burung kicauan dalam menentukan jenis kelamin burung jika dirasa diperlukan.
Banyak cara menentukan jenis kelamin dari seekor burung, cara-cara tersebut biasanya ditentukan dari warna bulu, warna khas dari salah satu anggota tubuhnya, bentuk dan ukuran tubuh dan kepala, panjang kaki, hingga menguji kerenggangan dari supit udang burung. tapi bagaimana jika kita benar-benar mengalami kemandegan dalam menentukan jenis kelamin burung tersebut? jalan terakhir adalah merawat terus burung tersebut dan terus memantau apakah burung tersebut bakal gacor atau malah bertelor. disini kita akan membahasa mengenai pemilihan sexing burung dengan metode pendulum.

sebelum mengulas lebih lanjut dan sebelum hal ini menjadi pro dan kontra disini saya jelasakan bahwa keberhasilan dari metode pendulum ini sekitar 70:30 dan keakuratan hasilnya tergantung dari gelombang pikiran dari yang memegang pendulum tersebut, dalam artian jika kita ingin menentukan apakah burung tersebut jantan atau betina dan karena sewaktu ktia mencobanya dengan pendulum pikiran kita menginginkan burung tersebut adalah jantan maka yang terjadi adalah hasil dari metode tersebut adalah burung jantan walupun burung tersebut kenyataannya adalah burung betina. dan bagaimanapun metode ini hanyalah sebagai salah satu alternatif saja bukan sebagai penentu akhir apakah burung tersebut jantan atau betina.

Bagaimana pendulum bekerja ,kita tidak akan membahasnya disini karena sudah ada artikel mengenai hal tersebut yang diulas panjang lebar di forum kicau mania, lengkapnya disini : http://www.kicaumania.org/forums/archive/index.php/t-9603.html

Metode untuk menentukan jenis kelamin pada burung ada 3 jenis secara garis besar, yaitu:
1. Melihat fisik (Visual)
2. Tester atau DNA
3. Getaran Manetik (Pendulum)

Penentuan jenis kelamin dengan melihat fisik atau Visual kadang sering terjadi kesalahan antara orang yang satu dengan yang lain yg dapat berbeda penilaian. Metode ini perlu pengalaman yang tinggi.

Dengan tester atau DNA, metode ini perlu pengeluaran beaya yang tinggi atau untuk membeli alatnya, dan tidak significan dengan harga beaya burung, biasanya orang ragu menentukan jenis kelamin pada saat burung masih bahan atau belum bunyi.

Metode alternatif yang lain adalah Metode Magnetik atau Pendulum, metode ini berprinsip dengan kaidah:
- Gravitasi Bumi
- Magnetik Bumi

Metode Sexing/Pendulum/Magnetik

Konsep dasarnya adalah gaya tarik menarik dan tolak menolak.

Tarik-menarik dalam fenomena fisika berarti gaya untuk saling mendekat satu sama lain. Dalam bidang fisika tiap benda selalu mempunyai gaya tarik menarik dengan benda yang lain. Misalnya partikel satu dengan partikel lain selalu akan saling tarik-menarik. Contoh paling sederhana adalah serbuk yang ditaburkan di atas air di dalam gelas, lama kelamaan serbuk ini akan menempel ke pinggir (pada gelas). Contoh lain yang dikemukakan oleh Sir Isaac Newton bahwa benda apapun di atas udara akan ditarik oleh bumi. Hal ini banyak dikenal sebagai fenomena benda jatuh. Teori ini kemudian dikembangkan lagi bahwa setiap benda angkasa akan saling tarik-menarik, dan ini bisa dibuktikan mengapa bumi harus berputar mengelilingi matahari untuk mengimbangi gaya tarik-menarik bumi-matahari. Meteor yang mendekat ke bumi dalam perjalanannya di ruang angkasa akan tertarik jatuh ke bumi, merupakan contoh yang lain.


Gaya tarik menarik ini bisa terjadi di antara:
1. Dua benda/partikel apapun (hukum Newton) atau hukum gravitasi
2. Dua benda yang bermuatan magnetik Utara dan Selatan (lihat bagian magnit)
3. Dua benda yang bermuatan listrik positif dan negatif.

Lawan dari gaya tarik-menarik ini adalah gaya tolak-menolak. Jenis gaya tolak-menolak bisa terjadi pada: 
  1. Dua benda yang bermuatan magnetik yang sama (sama-sama Utara atau sama-sama Selatan) 
  2. Dua benda yang bermuatan listrik yang sejenis (sama-sama positif atau sama-sama negatif).  
  3. Dua atom yang berdekatan pada jarak kurang dari diameter atomnya.
Metode magnetik bumi dipakai oleh orang Tiongkok kuno. Teori Tiongkok kuno berbeda dengan medis, teori medis menggunakan aliran darah sebagai acuannya, sedangkan teori Tiongkok kuno (Pendulum) impuls-impuls saraf serta pengaruh HORMONAL.

Peralatan dg Metode Pendulum:
1. Benang yg digunakan tidak terlalu panjang, sekitar 30-40 cm
2. Bandul, dpt menggunakan logam, bukan logam mulia. Contoh adalah peniti atau paku

Cara mengujinya: 
  1. Pegang burung dg tangan kiri atau kanan 
  2. Benang diikat (Tidak dipegang tangan), bisa kita dengan pohon yg tidak ada besi di sekitarnya.
  3.  Bandul (Peniti atau paku) diarahkan pada kepala bagian belakang dg jarak +/- 0.5 cm

Hasil Gerakan:

1. Gerakan bolak balik ke depan dan ke belakang atau maju mundur.
JIka hasilnya gerakan adalah ini, maka burung kemungkinan besar berjenis kelamin jantan. Gerakan ini adalah gerakan tarik menarik, kombinasi antara gerakan gravitasi oleh bandul, tarik menarik antara kandungan hormon dengan logam pendulum, dan juga oleh magnet bumi maka dihasilkan gerakan ini. Anggap kandungan hormon laki dominan mengandung ion negatif (-) dan besi bandul dominan mengandung ion positif (+). Maka sesuai kaidah fisika akan terjadi gerakan tarik menarik yg dimunclkan dengan gaya maju bandul bolak balik ke depan dan ke belakang atau maju mundur atau ke kanan atau ke kiri.

2. Gerakan membentuk lingkaran atau mendekati oval.
Jika hasil gerakan adalah ini, maka burung berjenis kelamin betina. Gerakan ini adalah gerakan tolak menolak, kombinasi antara gerakan gravitasi oleh bandul, tolak menolak antara kandungan hormon dengan logam pendulum, dan juga oleh magnet bumi maka dihasilkan gerakan ini. Anggap kandungan hormon laki dominan mengandung ion positif (+) dan besi bandul dominan mengandung ion positif (+). Maka sesuai kaidah fisika akan terjadi gerakan tolak menolak yg dimunculkan dengan gaya Gerakan membentuk lingkaran atau mendekati oval.

Persyaratan: 
  1. Pengujian sebaiknya tidak dilakukan pada burung yg belum dewasa, karena burung yg belum dewasa kandungan hormonal si burung belum sempurna. MInimal umur 4 bulanan. 
  2. Saat melakukan sexing dg pendulum ini jauhkan dg benda2 yg bersifat logam/steel (besi), jarak minimal adalah 30 ft (8-10 m). Jarak ini adalah jarak teraman, karena tidak interference dg steel/besi disekitarnya. 
  3. Gunakan logam mulia utk pengetesan, beberapa logam terkenal adalah aluminium, tembaga, emas, besi, timah, perak, titanium, uranium, dan zink dsb. Emas atauy jarum peniti bagus. 
  4. Sebaiknya jangan dipegang burungnya, karena bila burung dipegang disamping mempunyai efek kurang baik terhadap burung, juga akan terpengaruh oleh ion listrik yg terkandung dalam diri kita (tangan kita). 
  5. Jangan terkena angin, yg akan mempengaruhi gerakan. 
  6. Gerakan tegantung dari kandungan hormnal burung, semakin dewasa atau sempuna kandungan hormonal, gerakan semakin kuat. Metode ini sangat bagus untuk menentukan kesiapan si burung untuk dilakukan breeding.
kesimpulan dari metode pendulum tersebut adalah :  
  • Jika pendulum bergerak ke satu arah ( kanan dan kiri / maju mundur ) maka burung tersebut adalah burung JANTAN.  
  • Jika pendulum bergerak memutar maka burung tersebut adalah BETINA.

Selamat mencoba
readmore »»  

Saturday, April 7, 2012

Perawatan burung selama masa mabung

Mabung adalah kondisi normal yang merupakan siklus tahunan yang terjadi pada unggas-unggasan dan burung. Mabung adalah waktu dimana proses pergantian bulu lama ke bulu baru sedang berlangsung, dan pada waktu mabung tersebut burung kadang sering terlihat diam tidak segacor biasanya dan lebih banyak makan atau minum dari biasanya. wajar saja karena pada kondisi mabung tersebut burung memerlukan asupan energi yang lebih untk membantu proses pertumbuhan bulunya. Perawatan selama masa mabung inilah yang harus benar - benar kita perhatikan. dan sebelum kita membahasa lebih jauh lagi mengenai bagaimana perawatan burung mabung sebaiknya kita memahami dahulu apa itu mabung atau moulting, mabung atau moulting adalah proses rontok bulu tua pada unggas atau burung secara periodik, secara normal biasanya berlangsung sekali dalam satu tahun dan pada beberapa jenis burung tertentu bisa berlangsung dua hingga tiga kali dalam satu tahun.
Ngurak adalah istilah atau sebutan untuk bulu burung yang sudah tidak beraturan dan ditandai dengan rontoknya bulu-bulu kecil atau halus.

Ambrol adalah sebutan untuk bulu burung yang rontok semua atau burung mengalami 75% hingga 95% kerontokan bulu

Nyulam adalah kondisi dimana tumbuhnya bulu baru menggantikan bulu yang rontok, tetapi secara keseluruhan bulu burung dalam kondisi bagus dalam arti tidak sedang berada pada proses ngurak
Pada beberapa burung tertentu seperti dari jenis cucak-cucakan sangat jarang ditemui burung yang mengalami proses mabung seperti ngurak, ambrol dan mabung, biasanya burung - burung tersebut hanya mengalami masa NYULAM dalam artian rontok bulu tidak secara keseluruhan tetapi langsung digantikan dengan tumbuhnya bulu baru.

PENANGANAN NGURAK
penanganan pada kondisi dimana burung mengalami masa ngurak:
Burung di beri kerodong (full kerodong) dan hanya dibuka pada saat mengganti makanan dan minumannya.
  • Mengganti merek voer yang digunakan.
  • Memberikan EF kroto, untuk burung seperti Murai Batu, Kacer, Anis Merah, Anis Kembang dan burung besar lainnya kroto bisa diberikan minimal satu sendok makan sehari, sementara untuk burung kenari dan burung burung kecil lainnya bisa diberikan setengah sendok teh sedang untuk branjangan diberikan dua sendok teh.
  • Selama masa ngurak burung jangan dulu dijemur apalagi dimandikan.
Selama di kerodong itu kerodong bisa disemprot dengan semprotan kecil hanya untuk melembabkan suasana didalam sangkar agar proses moulting berlangsung sempurna dan bulu-bulu bisa rontok dengan cepat dan dengan demikian proses pertumbuhan bulupun akan lebih cepat. Selain dari Full kerodong tersebut ada juga cara lain untuk merontokan bulu yaitu dengan mencampurkan susu bubuk putih (merek apa saja) secukupnya kedalam voer atau kroto pada burung yang akan diambrolkan bulunya selama 2 hingga 3 hari sampai bulu-bulu burung tersebut terlihat berjatuhan setiap harinya. dalam waktu satu minggu biasanya burung sudah ambrol dan proses pemberian susu bubuk ini bisa dihentikan.
Mengatasi burung yang mabung tidak tuntas
Pada tahapan ini burung sudah mengalami pergantian bulu tetapi masih ada bulu bulu kecil yang tertutup lapisan tanduk. maka tindakan yang dilakukan adalah:
Rutin memandikan dan menjemur burung secara bertahap, untuk mandi minimal sehari sekali dan untuk proses penjemuran jangan lebih dari 30 menit pada tahap-tahap awalnya dan lama penjemuran bisa dinaikan pada hari-hari berikutnya. 

sumber:berbagaisumber
readmore »»  

Wednesday, April 4, 2012

Cara Tepat Memandikan Burung Dengan Semprotan

Salam sejahtera untuk para Kicau Nusantara, kali ini  Kicau Nusantara akan membahas mengenai memandikan burung dan tips serta trik cara memandikan burung supaya segar dan bisa berkicau dengan gacoooorr, berikut artikel cara memandikan burung dengan benar . . . 

Banyak sekali penghobi burung yang sering stres menghadapi burung yang tidak mau mandi meski sudah mau masuk karamba. Lebih stres lagi, kalau burung tidak mau juga masuk karamba meski sudah dipancing dan digunakan berbagai macam cara. Nah, apakah Anda sering menghadapi masalah seperti itu?

Hal yang ingin saya sampaikan di sini bukanlah tips dan trik memandikan burung dengan cara dikaramba dan sebagainya. Saya hanya ingin menekankan saja bahwa burung mandi itu mengikuti pola yang sudah terbiasa diterapkan. Kalau sejak awal burung tertentu terbiasa mandi di cepuk wadah air, maka untuk mengubah kebiasaan dia, bukan hal yang gampang.

Begitu juga burung yang terbiasa mandi pagi, maka untuk dimandikan pada sore hari, kadang tidak mau juga meski sudah dipancing dengan semprotan dari sprayer. Atau sebaliknya, burung yang terbiasa mandi sore, sulit dimandikan pada pagi hari.

Untuk mengubah kebiasaan burung dalam mandi (entah masalah waktunya, atau juga caranya: apakah dikaramba atau dicepuk, atau disemprot) saya tegaskan lagi, bukan hal yang sederhana. Ada memang burung yang mudah menyesuaikan diri sesuai keinginan kita, tetapi banyak sekali yang semaunya sendiri. Lantas bagaimana menghadapi burung yang semaunya sendiri? Ya biasakan saja dimandikan “semau kita” juga.

Meski kita menggunakan cara “semau kita”, hal yang perlu diperhatikan adalah jangan terlalu memaksakan pada tahap-tahap awal. Sebab, jika pemaksaan yang kita lakukan terlalu menekan, burung akan stres berat dan perlu waktu lama untuk memulihkannya.

Salah satu contoh memandikan burung dengan cara di “luar pakem” dan berawal dari “semau kita” adalah cara memandikan burung ala SmartMastering. Ya, itulah cara Om Irvan Sadewa, atau Om Irvan SmartMastering. Cara yang digunakan sangat simpel dan dilakukan ketika Om Irvan banyak waktu, yakni pada malam hari (biasanya setelah jam 21.00 atau jam 9 malam). Caranya? Burung dipegang dan langsung disemprot pakai sprayer. Sret…sret…sret sampai merata, basah kuyup, dan sudah…. setelah itu dimasukkan lagi ke sangkarnya dan digantang di teras rumah.

Burung apa saja yang biasa dimandikan model begitu? Kalau dibilang semua burung Om Irvan dimandikan cara demikian, memang tidak. Tetapi khusus burung-burung jinak dan memang sudah sejak kecil dimandikan dengan cara seperti itu. Contohnya, ya murai batu.

Mengapa malam hari? Sekali lagi, ini tidak ada pertimbangan khusus. Ya, karena memang pada malam hari itulah biasanya Om Irvan “hidup”. Kalau siang hari, tentu tidur kecuali memang ada acara -acara khusus yang menyebabkan Om Irvan harus “bangun” pada siang hari, misalnya ada tamu jauh, kondangan, acara lomba burung, atau touring bersama keluarga ke luar kota…

Apakah burungnya oke-oke saja? Oh iya. Nggak ada masalah. Masalah terjadi ketika burung itu ditransfer ke orang lain, yang tidak bertanya bagaimana biasanya burung itu mandi. Nah…..

Tetapi ingat ya, memandikan burung model Om Irvan ini jangan Anda praktekkan jika Anda belum paham cara memegang burung. Salah-salah, burung bisa sesak nafas kalau terlalu erat memegangnya. Atau, burung akan lepas berrrrr… kalau Anda kurang erat memegangnya. Juga, bulu burung bisa banyak yang rontok jika burung tidak terbiasa dipegang. Arti dari semuanya adalah kepada masalah kebiasaan. Dalam mengawali sebuah kebiasaan itulah yang sering perlu pengorbanan.

Inti dari semuanya… dalam memandikan burung, ada banyak pilihan yang bisa Anda ambil. Titik ekstrem pertama adalah jadikan burung Anda mengikuti kebiasaan yang Anda terapkan secara “memaksa” pada awalnya, dan titik ektrem lainnya adalah membebaskan burung untuk mandi kapan saja dia mau.

Hal yang pertama, yakni memaksakan burung mandi pada waktu yang Anda tentukan, maka lakukan secara perlahan dan bertahap. Untuk menunjang keberhasilan penerapan tips ini, maka lakukanlah (mengubah kebiasaan burung) pada masa burung pasca mabung, sebelum mulai dimandi-jemur secara rutin. Pada masa itulah burung banyak “melupakan” kebiasaan lama dan dia akan belajar tentang kebiasaan-kebiasaan baru, bahkan termasuk soal isian dan lagu yang dia bawakan.

Sementara itu, jika Anda ingin memberi sedikit kebebasan pada burung maka sediakan saja wadah air yang relatif besar di sangkar burung Anda. Biarkan saja burung Anda mau mandi kapan saja. Untuk model yang beginian, dijamin burung Anda nyaman Anda pun merasa tenteram. Lantas bagaimana dengan memandikan burung di karamba? Sementara lupakan saja…. ya bikin enjoy saja dalam berhobi burung. Sebab, mandi karamba juga tidak memberi jaminan apa-apa untuk burung Anda. Santai saja….
Semoga artikel tentang cara memandikan burung bisa menambah wawasan rekan Kicau Nusantara semoga bermanfaat . . .  source artikel omkicau
readmore »»  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright (c) 2010 Info dan Tips Perawatan Burung. Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes And TM Web Design.